Badan Sosial Mardi Wuto yang berada di bawah Yayasan Yap Prawirohusodo Yogyakarta menyiapkan berbagai upaya pemberdayaan khusus untuk penyandang disabilitas unanetra. Visi BS Mardi Wuto adalah menjadi lembaga sosial terkemuka di Indonesia yang mampu memberdayakan penyandang disabilitas netra menuju terwujudnya kemandirian pada tahun 2020. Tepat pada tanggal 12 September 2022 Badan Sosial Mardi Wuto memasuki usia yang ke-96. Eksistensi BS Mardi Wuto yang sampai saat ini menjadi wadah bagi para penyandang tunanetra yang ada di Yogyakarta dan terbukti dari eksistensi tersebut BS Mardi Wuto dalam melakukan usaha pembinaan mengutamakan pada peningkatan pendidikan, antara lain pendidikan computer, internet, kursus bahasa inggris, dan kursus pijat, disamping pelatihan-pelatihan keterampilan agar mereka dapat mandiri dan mempunyai pengetahuan formal seperti yang dimiliki warga Negara lain pada umumnya.

Pada tanggal 12 September 1926 Stichting Vorstenland Blinden Institute (VBI) atau yang apabila diartikan “Yayasan Institut Tuna Netra” yayasan ini pertama kali didirikan oleh Dr. Yap Hong Tjun dengan akte Notaris 13 Tahun 1926. Lalu pada tahun 1929 VBI (Stichting Vorstenland Blinden Institute) mengganti nama menjadi Balai Mardi Wuto dengan Akte Notaris No.53 Tahun 1949. Dan pada bulan Agustus Tahun 1991 Yayasan Mardi Wuto didirikan dengan Akte Notaris No. 14 Tahun 1991.
Setelah didirikannya yayasan Mardi Wuto, Yayasan Mardi Wuto resmi bergabung bersama dengan Yayasan RSM Dr. Yap Prawirohusodo. Setelah bergabungnya Yayasan Mardi Wuto dengan RSM Dr. Yap Prawirohusodo tidak lama berubah nama menjadi Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo dengan akte Notaris No.2 tahun 2002. Dan pada tanggal 12 September Tahun 2008 Badan Sosial Mardi Wuto menjadi salah satu unit kerja dari Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo.
Dengan melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan maju, Badan Sosial Mardi Wuto berkeinginan untuk membantu penyandang tuna netra agar lebih terampil dan mempunyai wawasan di bidang teknologi selayaknya masyarakat pada umumya. Dengan kegiatan kursus komputer bicara, kursus pijat, kursus Bahasa Inggris, pembinaan vocal dan musik, pembinaan keterampilan wirausaha.
Badan Sosial Mardi Wuto yang memberdayakan penyandang disabilitas netra, Ketua Badan Drs. Edy Heri Suasana, M.Pd sering lebih menyebut dengan akronim “disnet”.
Jelang 100 tahun Badan Sosial Mardi Wuto, melaksanakan berbagai kegiatan bagi penyandang disabilitas netra. Berbagai kegiatan pernah dilakukan dan telah menjadi agenda tahunan adalah kegiatan pengenalan lingkungan dengan berbagai aktifitas susur pantai, outbound maupun rafting. Namun untuk kali ini dilakukan dengan format berbeda tetap dengan agenda outbound namun dikemas dalam kegiatan perkemahan. Selama dua hari 25-26 Juli 2026 bertempat di Kampung Pramuka Pulewulung di sisi selatan Merapi kegiatan pengenalan lingkungan Badan Sosial Mardi Wuto kali ini mengambil tema Semalam Bersama Disnet di Bumi Perkemahan Pulewulung dan Mengenal Lingkungan Lereng Gunung Merapi.
Kegiatan diikuti oleh 40 penyandang disabilitas netra, disiapkan 25 tenda untuk peserta, panitia dan pendamping. Agenda spesial ini didampingi langsung dari Pramuka Kwarda Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski hanya dua hari satu malam, kegiatan kali yang merupakan kegiatan tahunan yang ada sesi menginap bahkan dengan konsep berkemah.
Selama dua hari di Pulewulung, kegiatan peserta sangat padat di hari pertama setelah pembukaan oleh sekretaris Yayasan dr. Yap Prawirohusodo, dilanjutkan dengan orientasi medan, pembagian tenda dan pengenalan teman satu tenda dilanjutkan dengan game dinamika kelompok hingga jeda di waktu sholat ashar. Permainan outbound dan game dilanjutkan hingga jelang Maghrib, jeda untuk bersih-bersih, sholat Maghrib dan makan malam.
Kegiatan ini mendapatkan perhatian khusus dari Yayasan dengan keterlibatan langsung jajaran pengurus dan Pramuka Kwarda DIY. Terdiri dari pedamping utama Ika Prasetio Dwiantoro yang sering dipanggil Kak Iped, dengan empat tim pendamping Kak Winanto, Kak Umi Nur Faridah, Kak Respati Pratiwi Widiastuti dan Kak Anang Rudianto.