Daerah istimewa yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan nama jogja merupakan kota yang terkenal dengan sejarah dan warisan budayanya.

Yogyakarta merupakan pusat kerajaan mataram,dan sampai saat ini masih ada keraton yang masih berfungsi dalam arti sesungguhnya jogja juga memiliki banyak candi yang berusia ribuan tahun yang merupakan peninggalan kerajaan besar zaman dahulu,salah satunya adalah candi borobudur yang dibangun pada abad ke 9 oleh dinasti syailendra sedangkan arsitek dari candi tersebut adalah gunadharma.

Pegunungan, pantai-pantai ,hamparan sawah yang hijau dan udara yang sejuk menghiasi keindahan kota jogja.masyarakat jogja hidup dengan damai dan mempunyai keramahan yang khaas. coba kita berkeliling desa,kita pasti akan mendapat senyuman dansapaan yang hangat dari para penduduk sekitar.

Suasana seni yang begitu terasa di jogja.malioboro yang merupakan urat nadi jogja dibanjiri barang-barang kerajinana dari segenap penjuru.para pengayuh becakpun siap mengantarkan kita mengelilingi tempat-tempat pariwisata.

Tak ayal bila kota jogja sangat terkenal dan merupakan salah satu tujuan utama para wisatawan mancanegara,untuk berlibur dan mengabiskan sisa waktu istirahatnya di jogja.

Salah satunya adalah Desa Wisata, Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. (Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Hal. 2-3)

Desa Wisata merupakan kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik tertentu yang kemudian berpotensi dikembangkan unutk menarik pengunjung. Karakteristik desa tersebut diolah dan dikemas lebih menarik guna menjadi tujuan wisata.

Kabupaten Sleman merupakan kabupaten yang memiliki banyak desa wisata. Kabupaten ini berpotesi untuk dibangun desa wisata karena potensi alamnya yang besar. Gunung Merapi sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, hutan, sungai, dan aneka tanaman khas seperti salak pondoh merupakan potensi di kabupaten ini. Karakteristik desa tersebut dilengkapi dengan sarana bermain (outbond), traking, kuliner, dan dirangkai dengan berbagai budaya dan peninggalan sejarah.

Desa wisata yang terdapat di Kabupaten Sleman menjadi salah satu alternatif tujuan wisata yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Di desa wisata tersebut para pengunjung dapat mendapatkan kesegaran dan kenyamanan yang terpancar dari pemandangan alamnya yang indah.

Menikmati panorama perkebunan salak, belajar bersama budidaya salak pondoh, pasca panen dan aneka olahan berbahan salak, wisata kebun buah petik salak sepanjang tahun, merasakan kesejukan aliran air sungai gemericik disela bebatuan, menjelajah keindahan dusun yang asri dan alami. Arena outbound dengan berbagai permainan untuk segala usia mulai anak-anak usia PAUD, pelajar, mahasiswa dan wisatawan umum nusantara dan mancanegara.

Dusun Pulewulung, sebuah dusun kecil, terletak di lereng selatan Merapi masuk di wilayah Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Puluhan tahun lalu sudah terkenal dengan pertanian salak, mulai salak lokal hingga salak pondoh dengan berbagai varian salak lengkap bisa ditemui disini. Tempat ini terletak 19 kilometer arah utara dari titik nol Kota Yogyakarta bisa diakses melalui Jalan Kaliurang, Jalan Magelang, maupun Jalan Monjali (Nyi Condrolukito), dengan akses point Agrowisata Salak Pondoh Bangunkerto atau arah Wisata Kaliurang melalui jalur alternatif Borobudur-Solo via Pakem.

Wilayah ini selain dikembangkan dalam budidaya salak organik, juga dikembangkan layanan desa wisata dengan berbagai potensi asli berupa pertanian salak. Disiapkan pula paket wisata untuk pelajar, mahasiswa, petani yang ingin melakukan pembelajaran maupun penelitian tentang budidaya salak. Salah satu keunggulan produksi buah salak di Pulewulung adalah rasa yang khas yang tak akan ditemukan di tempat lain. Di lahan perkebunan pengunjung dapat berwisata petik salak sepanjang tahun. Terlibat kegiatan keseharian petani salak, mencangkok, mengairi kebun, penyerbukan bunga salak, memetik salak, pengemasan, dan β€œgrading” salak untuk ekspor,  Bahkan keberadaan Kelompok Tani β€œMargo Mulyo” terus berproses untuk pencapaian sertifikasi buah Salak Organik mendukung pasokan ekspor melalui assosiasi.

Potensi lain yang bisa dinikmati adalah petualangan treking sungai, menikmati gemericik air jernih diantara bebatuan, tebing dan pemandangan sekeliling perkebunan salak. Pengunjung bisa menikmati jalur trekking susur sungai ini dengan berlama-lama di bantaran sungai yang masih asri, sejuk dan alami. Di sisi kanan kiri masih banyak dijumpai gua yang konon banyak menyimpan kisah perjalanan pejuang kemerdekaan. Bangunan jembatan dan irigasi menjadi saksi bagaimana petani salak berjuang memakmurkan wilayah Pulewulung saat belum terdapat angkutan dan jalan sampai ke Pasar Turi.  Dengan perkembangan budidaya salak masyarakat saat ini yang tak sejengkalpun tanah tanpa tanaman salak. Bahkan saat ini sudah memberikan kontribusi pasokan salak pondoh/ organik untuk keperluan ekspor setiap minggunya.

Disisi lain sudah dibangun wahana outbound yang berada di ujung utara dusun ini, dilengkapi bangunan pendopo, arena outbound dan camping ground, dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, mushola, listrik, bahkan telah terpasang free wifi. Jumlah 300 peserta dapat tertampung di arena ini baik camping maupun outbound.

Pengunjung bisa memilih berbagai paket yang ditawarkan, outbound, trekking sungai, camping, makrab, homestay, petik salak, budidaya salak, pengolahan makanan berbahan salak. Secara keseluruhan area ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan mulai anak-anak PAUD/TK/SD, pelajar, mahasiswa/kampus, kantor/perusahaan dan masyarakat umum. Secara bertahap sejak 2016 wilayah ini dilengkapi sengan sambungan jaringan internet/free wifi hotspot yang tersebar di homestay dan wahana dari ujung utara hingga selatan sejumlah 11 titik sehingga pengunjung akan selalu terhubung jaringan internet selama berkegiatan di Desa Wisata Pulewulung.